Laman

Visitor

Sunday, February 15, 2015

Notasi: Cinta Tempo Dulu




Judul Buku : Notasi
Penulis : Morra Quatro
Tebal : 294 halaman
Terbit :  May 2013 
Penerbit : GagasMedia
ISBN : 9789797806 (ISBN13: 9797806359)




Blurb : 

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi.
Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap.
Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya.
Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu....

Resensi:

Reformasi Mei 1998 menyisakan peristiwa kelam yang akan selalu diingat seluruh anak bangsa. Berbagai kecamuk yang mendera di zaman Orba saat itu, memang menjadi kengerian yang tak akan bisa dilupakan begitu saja. Setiap orang memiliki potensi dibunuh jika tidak memihak pada penguasa saat itu.

Reformasi pecah saat para mahasiswa yang kecewa dengan pemerintahan akhirnya turun ke jalan, melakukan demo besar-besaran, menuntut keadilan pada rezim Soeharto. Termasuk salah satunya adalah Nino dan Nalia. Nino, mahasiswa Teknik Elektro. Nalia mahasiswa kedokteran gigi. Keduanya adalah mahasiswa dari kampus ternama di Jogja, UGM. Radio  Jawara FM, milik Teknik Elektro menjadi sarana untuk menyuarakan perlawanan pada para penguasa saat itu.

Cinta mereka bersemi seiring demo yang terjadi pada masa itu. Janji-janji yang diucapkan Nino untuk Nalia, bahwa setelah semua ini selesai laki-laki itu akan membawanya melihat keindahan Gunung Merapi dan janji-janji yang tak pernah bisa ditepati oleh Nino karena Nino harus pergi meninggalkan Yogyakarta sehabis pergulatan di jalan. Teman mereka yang anak cina  didiskriminasikan, para mahasiswa yang jadi korban penembakan gas air mata dan tembakan para sniper, toko-toko yang tutup lebih cepat karena takut dilempari batu, juga media yang dibungkam rapat seperti Tempo saat itu. 

Nalia kelimpungan mencari keberadaan Nino, surat-surat pun datang melalui teman Nino yang kebetulan berada di Jakarta. Kenangan-kenangannya bersama Nino tak bisa Nalia singkirkan begitu saja. 

Saya suka cara bercerita Morra, tutur katanya halus dan lembut bagi saya. Novel ini digambarkan seperti jaman dulu dan membuat saya seakan kembali ke masa itu - meskipun saat itu saya masih kecil- ditambah lagi dengan kehadiran sosok idola saya, Eross Candra, menambah efek nyata dalam kisah ini. 



Saya membaca novel ini hasil dari meminjam, dan saya menyesal tidak membeli sendiri, padahal waktu itu sudah masuk daftar beli. Dan, karena novel ini saya ingin membaca karya Morra yang lainnya.

Dan, kenapa novel ini di namakan Notasi dengan kaver radio di depannya? Mungkin, karena lewat radio mereka berdua saling mengenal dan dekat, dan juga lewat lagu-lagu Sheila On 7 tentunya! Yeah, here i am SheilaGank!

Mari mengenal Mas Eross lewat Notasi!!

“Bahwa saat-saat istimewa dalam hidup kita selalu datang tanpa peringatan. Seringnya kita tidak sadar ada saat-saat dalam hidup yang kemudian akan menjadi momen yang spesial, meskipun itu sedang berlangsung. Seringnya kita justru menyadarinya setelah semua berlalu.” (Halm  52)


 photo Ullan2.png

No comments:

Post a Comment